My journal part 1 – Maaf

Hari ini adalah hari kedua setelah gue sign-up di wordpress. Hari pertama gue sama sekali nggak tahu mau nulis apaan. Keahlian menulis gue jelas memudar, akibat dari jarang menulis. Terakhir gue rajin nge-blog itu kuliah semester 5 atau 6, pastinya gue lupa. Tapi, hobi itu permanen. Selama apapun gue nggak pernah nyentuh laptop, keinginan untuk menulis masih ada dan inspirasi itu tetap berseliweran dikepala gue.

Sampai akhirnya gue nemuin WordPress (maklum, gue menderita gagap teknologi) baru-baru ini. Dan, akhirnya punya inisiatif buat nulis lagi. Anyway, yang mau gue ceritain hari ini adalah tentang kata “Maaf!”

Secara harfiah, definisi dari “Maaf” adalah ungkapan permintaan untuk diberikan kesempatan atau ungkapan dari penyesalan. Gampang diucapkan, gampang dilanggar. Menurut gue…

Dalam sehari kita bisa mengucapkan kata “Maaf” lebih dari sekali. Begitu mudahnya sehingga lama kelamaan makna dari kata itu berkurang dan pada akhirnya bernilai nihil.

Kalau saja seandainya kata itu diucapkan dengan sungguh-sungguh, akan menjadikan obat hati yang manjur bagi yang terluka karenanya. Tapi, setahu gue.. jaman sekarang yang bersungguh-sungguh dalam berkata itu cuma penyair. Yang lain itu palsu, apalagi mengucapkan kata “Maaf!”. Bukan sesuatu yang bermakna besar.

Jadi, saat kita ingin berkata “Maaf”, make it real. Don’t make a joke of it!

 

Love,

F.Ardyani

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s