My journal part 6 – Sajak tanpa nama.

Rasanya seperti hiruk pikuk di jalan raya, ide-ide yang berseliweran melewati batas kasat mata. Tak ditumpahkan rasa ingin meledak. Dituangkan terhenti diantara kata-kata yang tak bisa diungkapkan seringan debu.

Bukankah sudah kubilang pelan-pelan?
Bukankah sudah kuingatkan jangan jauh-jauh?
Bukankah sudah kuteriakkan itu salah?

Tapi,

Bukankah aku cuma manusia?
Aku cuma ingin mencicipi walau hanya setetes.
Pun tak apa….

Dada ini terasa sesak karena rasa. Otak ini hingar bingar diantara perdebatan logika.
Mengharu biru….

Biarlah aku salah karena mencoba.
Biarlah aku jatuh karena tersandung.

Dan, akan kupastikan kujaga jarakku setelahnya.
Kupastikan siapapun takkan mendengar teriakku.

Karna pada akhirnya, diriku yang berdiri tegak disana. Sendirian.

Bukan dia. Bukan kalian.
Tapi aku…

Semoga hidupmu bahagia and have a nice weekend 😉

Cheers,
Fitri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s