My journal part 9 – Ternyata oh..ternyata

Hai! it’s been a long time that i didn’t write my blog. Today i’m gonna write something that maybe you have been questioning or even wonder to know why people stop their car or motorcycle when the accidents happened.

Gue termasuk salah satu orang yang bertanya-bertanya dan terkadang kesel kenapa sih orang-orang harus berhenti kalo ada kecelakaan dan membuat semuanya jadi tambah macet “It’s really makes me frustating”.

Well, jadi selama ini gue mengomel tentang kemacetan gara-gara sekelompok orang katro berhenti ditengah terjadinya kecelakaan, dengan ini gue menyatakan MENARIK SEMUA UCAPAN DAN SUMPAH SERAPAH GUE TERHADAP ORANG-ORANG ITU. Kalian tau kenapa?

Karena,

Sekitar sebulan yang lalu, gue nyetir asli ngebut dari rumah ke kantor. Gue berangkat dari rumah bener-bener last minute and jarak rumah ke kantor sekitar 30 menit kalo ngebut dan 45 menit kalo santai. Level telatnya gue bukan di range ngebut 30 menit nyampe melainkan gue harus sampe di kantor dalam waktu 15 menit.

Pas dijalan hampir nyampe kantor, gue melewati turunan. Harusnya, gue injak rem (HARUSNYA) tapi karena udah telat banget yang gue injak gas! Didepan gue berseliweran motor-motor yang emang kayaknya udah telat juga. Dari kejauhan keliatan motor-motor itu saling mendahului, sepenglihatan gue emang mereka saling mendahului, tapi ternyata….

Setelah jarak kira-kira 2 meter, gue baru sadar motor-motor itu bukan saling mendahului melainkan menghindari motor sinting yang lagi berhenti ditengah jalan. Asli dia berhenti ditengah-tengah jalan. Maksud gue, haaallloooowwww….cuma jarak 2 meter gitu dari mobil gue.

Hasilnya?

Nggak pake liat kaca spion lagi, gue langsung banting stir ke kanan dan tiba-tiba ada motor nabrak pintu pas di kanan gue. Sumpah waktu itu berasa slow motion banget. Gue liat jelas, nggak pake streaming dan live itu orang terbang didepan mobil gue dan mendarat nabrak pohon. Sementara motornya, terlempar ke parit pinggir jalan.

WHOA!! Tangan dan kaki gue mendadak dingin, gue merasakan darah ngalir cepet banget ke muka gue. Saking paniknya, gue parkirkan mobil dipinggir, keluar sambil lari dan menghampiri motor sinting yang berhenti ditengah jalan tadi, “Bapak kenapa berhenti ditengah-tengah??!!” teriak gue.

“Saya mau ambil kacamata safety saya yang jatuh!” ikutan teriak.

ANJRIT!! pikir gue, gila apa ini orang, ke pinggir dulu kan bisa. Ah, sudahlah..gue tinggalin si orang sinting itu dan cepat-cepat bantuin yang tadi nabrak mobil gue.

Dan, disaat gue lagi panik berdiri dipinggir jalan, seperti biasa yang tadi gue ceritakan diatas. Segerumulan orang mulai berhenti, ada yang langsung parkirkan motornya, ada juga yang kesel (kayak gue) mengklakson mobilnya supaya orang-orang tetap jalan. Sebuah pertanyaan yang nggak pernah gue sangka sebelumnya keluar dari mulut orang-orang yang berhenti disaat kecelakaan. Kalian tahu apa yang mereka tanyakan?

“Mba..mba nggak apa-apa? Ada yang bisa saya bantu, mba?”

DANG!! gue spontan tercengang, itukah alasan mengapa mereka berhenti? cuma mau menawarkan pertolongan?

Yang lainnya datang menghampiri gue dan bertanya, “Mba mau telfon keluarga? pake hp saya aja ini mba..”

Seketika itu juga asumsi negatif gue kepada orang-orang yang berhenti saat kecelakaan terjadi, HILANG!!

Nah..itu dia sebagian dari cerita gue tentang sekelompok orang yang selalu membuat macet saat terjadinya kecelakaan. Jadi sekarang, kalo gue kejebak macet karena ada kecelakaan, gue nggak se-kesal dan se-marah seperti sebelumnya. Karena gue tahu, alasan kenapa mereka berhenti.

Semoga hidupmu bahagia.

Cheers,

Fitri.A

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s