Coffe latte

Hari itu hujan sangat lebat, saking lebatnya aku sampai harus berteduh disalah satu coffee shop. Kata orang-orang disini kopinya enak tapi aku belum pernah mencobanya. Tak ada salahnya, pikirku lalu mendorong pintu dan seketika angin sejuk ruangan menerpa wajahku. Wangi kopinya yang khas langsung menenangkan pikiran yang dari tadi mondar mandir diatas kepala.

Aku melangkah mendekati baristo, “selamat datang, bisa dibantu mau pesan apa?” Tanyanya. Aku mengetuk-ngetukkan jari sambil melihat kepapan menu. 

“Hmm, coffee latte.”kataku sambil tersenyum.

“Ok, itu saja?”ucapnya.

Aku mengangguk cepat, mengingat aku tak terlalu mengerti tentang kopi. 

“Hari ini kita free tuna sandwich, nanti saya panggil setelah siap, dengan mba siapa?tanyanya.

“Anja”jawabku.

Aku meraih kopi pesananku lalu menyeret kursi dengan sembarangan. Ini pertama kalinya aku kesini, jadi jangan  sampai ada gerakan canggung yang nantinya malah menimbulkan perhatian.

Perlahan kuteguk kopiku, enak! Kuteguk sekali lagi untuk memastikannya. Aku mengangguk sambil tersenyum, “kopi ini bener-bener enak!”bisikku.

“Memang!”kata seseorang yang tiba-tiba muncul dari belakangku. Aku menoleh cepat. 

Dia! Aku yang selama ini diam-diam menyukainya, dia adalah arsitek muda terkenal. Aku masih ingat saat pertama kali sahabatku mengenalkan kami. Tapi itu sudah setahun yang lalu. Semenjak saat itu kami tidak pernah bertemu lagi walaupun terkadang aku berharap suatu saat akan bertemu dengannya. 

Tapi tidak sekarang, oh tidak! Tidak disaat aku basah kuyup kehujanan, rambut lepek dan mascara yang luntur.

“Tumben kesini?”katanya sambil menarik kursi didepanku lalu duduk dengan santai seolah-olah aku memang menunggunya, “eh. Aku boleh duduk sini kan?”sambungnya lalu tersenyum.

“Salah orang.”kataku cepat. Buru-buru aku menyeruput kopiku dan meraih ponsel.

“Anja kan?”tanyanya. Aku menggeleng lalu mendorong kursi dan berdiri. 

“Mba Anja! Sandwichnya sudah siap”teriak pelayan. 

Sandwich!! Aku menoleh kearah pelayan, “silahkan”katanya sambil tersenyum. 

Dia langsung tertawa begitu pelayan memanggil namaku. “Long time no see, apa kabar?”tanyanya sambil meletakkan ponselku kembali dan tersenyum. 

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s