Coffee latte

Namanya Elang Abichandra Hardinata, pria yang baru saja aku sumpahi keparat. Namun harus kuakui kalau diam-diam aku memang mengaguminya. Bagaimana tidak? Aku rasa dia pria yang sangat tampan, cerdas, humoris dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap pekerjaannya. Tak heran jika dia menjadi ketua ikatan arsitek muda Bandung.

Lulusan terbaik arsitek ITB dan melanjutkan sekolah dengan gelar Magister di Perancis lalu menyelesaikan gelar Doktor-nya di Jerman. Rasanya memang berlebihan, tapi memang itulah faktanya. Aku sendiri kadang-kadang masih tak percaya, tapi karirnya didunia arsitek memang sudah dipastikan bukan kelas teri.

Dia memiliki segudang talenta yang tak mungkin dimiliki seorang yang pas-pasan sepertiku. Bila dibandingkan, aku hanya lulusan sarjana desain interior Itenas, lulus dengan nilai biasa-biasa saja dan sama sekali tidak terpikir untuk melanjutkan S2 apalagi S3. 

Masih melekat diingatanku saat temanku Olya mengenalkan kami pertama kali. Saat itu kami berada di Museum Nasional dalam rangka pameran lukisan The Art of Liu Kuo Sung setahun yang lalu. Olya memberikan undangan atau semacam tiket gratis karena dia salah satu tim event organizer nya saat itu. Lagi pula aku sedang tidak sibuk, jadi kuputuskan untuk pergi ke acaranya.

Tak satupun yang kukenal didalam sana, satu-satu kuperhatikan orang yang berdiri didepan lukisan. Mereka berdiri disana sangat lama dengan raut wajah yang serius memperhatikan lukisan didepannya. Aku mulai ikut-ikutan berdiri disebelah mereka, dahiku mengernyit saat mencoba beberapa kali memahami arti lukisan didepanku. 

Aku butuh kopi, pikirku.

Segera kuhampiri stand kopi disudut ruangan, hati-hati aku balikkan cangkir dan meletakkan diatas tatakannya. 

“Kopinya gratis kan?”tanyaku pada seorang pelayan yang berdiri dibelakang meja. Dia mengangguk tersenyum.

“Bayar”ucap seseorang yang berdiri disampingku. “Kopinya bayar”sambungnya. 

Aku menoleh cepat. Bingung.

Lalu dia mulai tersenyum dan meletakkan cangkirnya diatas meja, “Bercanda”tukasnya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman. “Elang. Nama saya Elang”ucapnya.

Jabatan tangannya tak kubalas. Aku berdiri diam didepannya, “Oh. Anja”jawabku datar lalu pergi meninggalkannya.

Aku berjalan menghampiri Olya yang sejak datang tadi tidak melihatnya, “Hei. Selamat ya, acaranya sukses”sapaku.

“Hai, Anja. Ya ampun dari tadi gue cariin, kirain nggak jadi dateng”katanya. Kami berpelukan girang seperti pasangan lesbi yang baru saja dapat restu.

“Gimana? Lo suka nggak lukisan-lukisannya? Dia pelukis terkenal se-asia loh”ucap Olya semangat.

Aku mengangguk ragu lalu menggeleng sambil tersenyum, “Gue nggak ngerti sama sekali”jawabku. Kami tertawa dan orang-orang mulai memperhatikan, “Sama! Gue juga nggak ngerti”katanya dan merangkulku lalu berbisik,”Ada yang mau gue kenalin sama lo, sini ikut gue”sambungnya.

Kami berdiri diam saling bertatapan. Olya tampak canggung dan bingung, “Mmm kenalin ini temen gue..”ucapnya.

“Anja.”tukasnya, “Namanya Anja kan?”tanya dia balik.

“Uh? Oh, iya”Olya mengangguk, masih bingung. “Well. Kenalkan Anja, ini temen gue dari kecil. Namanya..”ucap Olya ragu.

“Elang. Namanya Elang, kan?”balasku.

“Ya. Ok, kayaknya kalian sudah saling kenal”sambung Olya.

“Nggak juga, dia belum membalas jabatan tangan gue tadi”ucapnya.

“Tanganku sudah penuh”jawabku sambil menunjukkan tanganku yang kanan masih memegang cangkir kopi dan yang satunya lagi memegang tas pesta.

Lalu dia tertawa, “Kamu lucu sekali”katanya sambil memasukkan tangannya disaku celananya.

Olya mulai ikut-ikutan tertawa, “Dia memang lucu”tambahnya.

Elang melangkah maju dan merangkul Olya, “So. Who exactly is she?”tanyanya lalu kembali menatap mataku.

Seketika aku merasa jantungku hampir berhenti saat matanya menatap mataku dengan tajam namun disaat bersamaan aku merasa hangat dengan senyumannya.

Rasa apa ini?

Bersambung..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s