Coffee latte

Aku suka. Aku suka caranya menatap mataku. Aku suka gaya dia saat bercanda. Aku suka saat dia merangkul Olya dan bertanya siapa aku. Aku suka saat dia tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Aku suka semua tentang dia.

“Ditengah acara kamu minum kopi, aku yakin kamu nggak ngerti sama sekali tentang lukisan”kata Elang akhirnya.

“Kalau kamu memang mengerti lukisan tapi memilih menyapa gadis asing ditengah acara, aku yakin kamu sangat kesepian”jawabku. Kali ini aku tersenyum, merasa puas dengan jawabanku. 

Lalu dia melangkah mendekatiku dan berhenti tepat didepanku. Sekarang kami hanya berjarak satu jengkal dan matanya masih terus menatapku. Dadaku mulai terasa sesak. Parfumnya bisa kucium saking dekatnya. Hanya ada dua pilihan yang akan terjadi padaku sekarang, pertama entah jantungku yang meledak atau kedua, dalam beberapa detik lagi tubuhku yang meleleh.

Olya meraih tanganku, “Temani aku ke toilet yuk,”katanya “Lagian acaranya udah hampir beres kok”sambungnya. Olya menarik tubuhku jauh dari Elang dan melambaikan tangannya, namun mataku masih tertuju padanya. Dia masih berdiri disana, menatapku dari kejauhan sampai aku benar-benar tidak bisa melihatnya lagi.

“Gue punya feeling Elang suka sama lo, Anja”kata Olya semangat. Dia langsung mengeluarkan lipstik dari tas pestanya, lalu memoles bibirnya didepan cermin wastafel.

“Warnanya bagus”ucapku.

“Apa?”tanyanya.

“Lipstik lo. Warnanya bagus”jelasku. Kali ini dia mengeluarkan bedaknya dan menepuk-nepuk pelan wajahnya dengan spons, “gue lagi ngomongin Elang, lo denger nggak sih gue tadi ngomong?”ucapnya sambil menutup kembali tas pestanya.

Aku berdiri menghadap cermin, memperhatikan bayangan diriku. Kutarik ikat rambut dari pergelangan tangan lalu mencoba menarik rambutku kebelakang. Olya menunggu sampai aku selesai mengikat rambut, kali ini dia menyilangkan tangannya didepan dada “Gimana menurut lo?”tanyanya.

“Nggak tau”jawabku sambil mengindikkan bahu. 

“Ah payah. Lo emang dari dulu tuh nggak peka”balas Olya “Keliatan banget dia suka”sambungnya.

Aku tersenyum. Sahabat gue yang satu ini memang nggak pernah nyerah menjodohkanku dengan kenalan-kenalannya. Dari jaman sekolah, kuliah sampai sekarang pun masih semangat mengenalkanku dengan teman-temannya. 

“Lah! Lo malah senyum”katanya kesal.

“Terus gue harus apa?”tanyaku tertawa.

“Ya lo suka atau nggak? Suka lama sih lo loadingnya, kesel gue”ucapnya.

Sambil tertawa aku merangkul Olya dan menggiringnya keluar toilet, “Santailah. Kalo suka, kan nggak perlu buru-buru”jawabku.

“Anja, plis lo tuh udah 30 tahun. Lo udah tua, mau terus-terusan mikirin karir sampe kapan? Sampe lo liat gue punya cucu?”ucapnya.

Tawaku meledak, “Tenang aja. Gue nggak akan selama itu kok”jawabku, “Udah ah. Gue balik duluan ya, congrats sekali lagi acaranya”sambungku sambil mengacungkan jempol.

Kata-kata Olya berseliweran diatas kepalaku saat perjalanan pulang. Mau sampai kapan aku sendiri. Mau sampai kapan aku terus-terusan memikirkan karir. Usiaku terus bertambah tapi tak satupun laki-laki yang menarik bagiku. 

Tapi dia. Elang Abichandra Hardinata. Dia mampu melewati tembok pertahananku. Dia kuizinkan berdiri dekat dengaku. Kuizinkan dia menatapku lama. Dia laki-laki pertama yang membuat jantungku berdegup kencang. 

Getaran ponsel membuyarkan lamunanku seketika, ada pesan masuk dari Olya, “Elang nanyain nomer lo nih, kasih atau nggak?”tulisnya.

Aku menggigit bibirku dan mulai mengetik balasan, “Boleh”kataku sambil tersenyum lalu meletakkan kembali kedalam tas. 

Ponselku kembali bergetar, nomor tak kukenal memanggil dan aku kembali menggigit bibirku lalu memencet tombol hijau.

“Halo?”kataku.

“Kamu bener-bener nggak suka lukisan ya, jam segini langsung pulang?”katanya.

Ini pasti dia!

“Aku nggak ngerti sama sekali”jawabku sambil tertawa. Lalu kudengar dia ikut tertawa. 

“Aku ingin ketemu, boleh?”sambungnya.

“Mm.”gumamku.

“Mm?”balasnya.

“Ya, boleh. Besok aku nggak ada jadwal kemana-mana”ucapku sambil tersenyum.

“Kamu dimana sekarang?”katanya.

Sekarang?

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s