G.H.O.S.T

Aku berlari ke belakang dengan panik. Aku berhenti dan menarik napas dalam-dalam sambil berpikir keras, “kenapa nenek harus meninggalkanku?”.

Aku bersimpuh dilantai dan menutup wajahku, rasanya aku ingin menangis sekarang. “Nek? Kembalilah, aku mohon!”bisikku. 

Aku berdiri pelan lalu ku kuatkan kaki untuk melangkah. Mataku tertuju ruang gudang didepan, aku melangkah perlahan dan kubuka pintunya. Semua barang tertumpuk disana, gelap dan pengap. 

“Nek? Nenek ada disini nggak?”panggilku pelan.

“Ayolah nek, jangan ngambek dong. Plis”ucapku.

“Aku janji ini yang terakhir!! Aku tau nenek sembunyi disini.”teriakku tak tahan.

Seseorang menepuk pundakku, “hei!”katanya. Kututup pintu gudang cepat.

“Lo ngapain teriak-teriak?”tanyanya.

Aku menelan ludah dan menggeleng cepat. 

“Oh, ganteng! Nenek suka, siapa dia?”kata nenek yang tiba-tiba muncul disampingku. 

“Nenek dari mana aja sih?”bisikku kesal.

“Nenek?”tanya pria didepanku heran.

Kututup mulutku lalu menggeleng lagi. Pria ini menatapku ngeri, “lo ngomong sama siapa barusan?”tanyanya.

“Tanya namanya”kata nenek.

“Hah? Gila apa!”jawabku.

“Apa yang gila?”tanya pria itu kembali.

“Bukan!”ucapku lalu menggeleng kembali. 

“Tanya namanya. Nenek mau kenalan.”kata nenek ulang.

“Oh plis, jangan konyol!”jawabku ketus.

“Siapa yang konyol?”tanya pria ini kembali.

“Ya. Siapa yang konyol?”tambah nenek ikut-ikutan.

Aku mengacungkan telunjuk menandakan jangan ikut campur. “Sebentar!”ucapku pada pria didepanku.

Aku menatap nenek kesal, saking kesalnya mataku sampai melotot. Nenek menghisap rokoknya dalam-dalam lalu menghembuskan asapnya tepat didepan wajahku. 

Tanganku dengan cepat mengahalau asap yang ada didepan wajahku, “aku benci asap rokok, nenek tau itu”ucapku.

“Ok. Jadi lo bicara sama siapa sebenernya?”tanya pria yang masih berdiri didepanku.

Aku memejamkan mata sebentar dan menarik nafas dalam-dalam, “bukan sama siapa-siapa”jawabku datar.

“Lo ngomong sama hantu?”tanyanya.

“Bukan”jawabku cepat.

“Kalau bukan hantu, jadi siapa? Nenek siapa?”tanyanya balik.

“Uh?”aku menoleh kesamping dan nenek sudah kembali hilang. Aku baru sadar tidak ada yang bisa melihat nenek kecuali aku.

Pria ini meraih tanganku lalu tersenyum, “Bro, gue rasa lo butuh bantuan”ucapnya. 

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s