I’ve seen your drama – episode 2

“Good afternoon passengers. This is the pre-boarding announcement for flight GA879 to Jakarta. We are now inviting those passengers with small children, any passengers requiring special assistance and business class to begin boarding at this time. Please have your boarding pass and identification ready. Regular boarding will begin in approximately ten minutes time. Thank you.”

Aku menarik kembali tanganku, “that’s my flight” kataku.

Dia mengangguk, “Mm” gumamnya.

Kuraih ponsel dan menaruhnya kedalam tas lalu berdiri. “Nice to meet you, annyeong (dah!)” ucapku.

“Annyeong” balasnya mengangguk.

Aku berjalan menuju pintu keluar KAL Lounge, kuraih koper, tersenyum ramah kepada staff front desk, “gomabseubnida (thank you)” kataku dan berlalu pergi. 

Sambil berjalan menuju ruang boarding, tanganku berusaha meraih ponsel dari dalam tas. Perlu waktu cukup lama untuk merogoh isi tasku sampai akhirnya aku berhasil meraihnya. Ada perasaan menyesal karena tadi aku menaruhnya kedalam tas. “Harusnya kupegang saja!”bisikku, kuketik “boarding now” dan mengirimnya ke nomor adikku. 

“Good afternoon passengers. We regrets to announce that the departure of Flight KE633 to Bali will be delayed for two to three hours. We will inform you of the new departure time as soon as possible. Passengers on KE633 are asked to please come to the Korean Airlines counter with your boarding pass. You will be given a drink and meal coupon. Thank you.”

Kuhentikan langkahku dan menoleh kebelakang, pesawat dia delayed ucapku dalam hati. Lalu kembali berjalan menuju ruang boarding dan mengantre masuk pesawat. Tak lama aku mengantre kudengar suara ribut-ribut dari arah belakang. 

Aku menoleh sebentar karena penasaran, “You didn’t say your name” ucap Kang Hyo Jae terengah-engah dan memegang bahuku.

Kulirik tangannya dibahuku dan menatapnya tak percaya, “neo yeogiseo mwohago issni? (Apa yang kamu lakukan disini)” kataku masih tak percaya.

“Neoui ireum (nama kamu)” balasnya.

Dahiku mengernyit, “Mwo? (Apa)” kataku.

“Neoui ireum, jebal! (nama kamu, please!)” balasnya. Aku menariknya keluar dari ruangan, “neo michyeosseo?!(Kamu udah gila?!)” kataku. 

“I just ask your name. That’s not crazy” jawabnya masih terengah-engah. 

“Adine. My name is Adine, now go!” kataku panik. 

Kang mengeluarkan ponsel dari sakunya, “and your number?” ucapnya senyum. 

“What?! No!” jawabku.

“JEBAALLL!! (PLEASE!!)” teriaknya dan semua orang menoleh. Kembali kudengar mereka ribut-ribut, “Keuge Kang hyo jae majji? (bukankah itu Kang Hyo Jae?)” kata mereka.

Aku memejamkan mata, “jeongmal michyeosseo?! (Kamu udah gila apa?!)” kataku.

Aku menatapnya sekali lagi, Kang masih berdiri didepanku, masih memegang ponselnya dan tersenyum, “please..” katanya.

“Arasseo! (Ok!)” balasku cepat sebelum satpam mendatangi kami dan aku harus menjelaskan panjang lebar gara-gara seleb gila yang sedang mengejarku.

Aku memberikan ponselku padanya. Ponsel Kang berbunyi dan dia tersenyum puas, “so this is your number? Gomawo (thanks)” katanya.

“Now go! Don’t make crazy things and please put your masker!” ucapku lalu menggerek koper, aku menyerahkan boarding pass kepada petugas bandara, menoleh kebelakang sebentar lalu kembali berjalan.

Kuikatkan sabuk pengaman dan mengeluarkan buku ” NAFAS TERAKHIRNYA” karangan penulis Bagas Aryasatya, 2017.

“Akhirnya terbit juga” ucapku dalam hati dan membuka halaman pertama. 

“Ladies and gentlemen, welcome onboard Flight GA879 with service from Seoul to Jakarta. We are currently third in line for take-off and are expected to be in the air in approximately seven minutes time. We ask that you please fasten your seatbelts at this time and secure all baggage underneath your seat or in the overhead compartments. We also ask that your seats and table trays are in the upright position for take-off. Please turn off all personal electronic devices, including laptops and cell phones. Smoking is prohibited for the duration of the flight. Thank you for choosing Garuda Indonesia Airlines. Enjoy your flight.”

Ponselku. Aku lupa mematikannya. Cepat kuraih tas dan mengeluarkan ponsel dari dalam. 

Muncul notifikasi pesan dari nomor yang tak kukenal. Buru-buru kubuka, 

“Safe flight. It’s me, Kang hyo jae” tulisnya. 

Aku mengigit bibirku, ragu antara membalas pesannya atau mengabaikannya. Kuketik, “thanks” lalu kuhapus. Dahiku mengernyit dan kembali kuketik, “thanks” lalu kuhapus lagi. 

“Molla! (Bodo amat!)” kataku lalu mematikan ponsel dan melemparnya kedalam tas.

Kembali kubuka halaman pertama dan menemukan namaku disana.

Untukmu Adine..

Ya Tuhan!
Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s