I’ve seen your drama – episode 4.5

Kurebahkan tubuh diatas kasur dan kupejamkan mata. Kutarik selimut hingga menutupi kepala, aku tak tau entah tubuhku atau pikiranku yang terlalu lelah. 

Ponselku berdering, kurogoh kembali kedalam tas namun tetap tak kutemukan. Aku terlalu letih untuk membuka mata, kuputuskan untuk menyerah dan membiarkannya berdering lama. 

Aku memasuki tahap kedua dari empat tahapan tidur saat ponselku kembali berdering. Dengan perasaan kesal aku membuka selimut lalu kukeluarkan semua isi tas. Kupandangi layar ponsel, nama Kang Hyo Jae kembali muncul. Seharian ini sudah empat kali dia menelfonku. Aku melemparnya kembali keatas nakas dan melanjutkan tidur. 

“Ah, jinca! (Yang benar saja!)” kataku kesal saat ponselku kembali berdering. Ternyata dia bukan tipe yang mudah menyerah. 

Aku duduk dan meraih ponselku dari nakas, “wae! (Kenapa lagi!)” teriakku.

“Wae?! dangsineun wae!! (Kenapa?! Kau yang kenapa?!)” balasnya kesal.

Aku memandangi layar ponsel tak percaya, “Wae na? (Kok aku?)” tanyaku.

“Dangsineun naega jeonhwaleul myeoch beon pyosidoeji anhneun iyuneun mueosibnikka? (Apa kamu nggak liat berapa kali aku telfon?)” tanyanya.

“Ye algessseubnida, geulaeseo mwo?! (Ya aku lihat, terus kenapa?!)” jawabku kesal.

“Yaa! Wae geuleohge hwaga? (Hei! Kenapa kamu jadi marah sih?)” balasnya, “geulaeseo naega neo hante jeonhwahago sipeumyeon eotteohge? (Memangnya kenapa kalau aku menelfonmu?)” sambungnya.

“Keunyang.. (It’s just..)” jawabku ragu, “i’m too tired, mian.. (Maaf..)” sambungku.

“Are you ok? Museun iliya? (Ada apa?) ” tanyanya pelan.

Aku menarik nafas dalam lalu kurebahkan tubuhku kembali ke kasur dan kupejamkan mata. Lama baru kujawab, “uri eomma.. apeun (ibuku.. sakit)” kataku hampir berbisik.

Tak ada suara diseberang, Kang tak mengeluarkan sepatah katapun, seakan dia tau aku tak butuh balasan. Entah kenapa aku menyukai keheningan ini. 

Eomma..jebal ganghae jyeoyo (Ibu.. kumohon bertahanlah) ucapku dalam hati.

“Is it serious?” tanyanya hati-hati.

“Mm. (Iya.)” gumamku.

“Neo gwenchana? Naega neo hante gagil balae? (Kamu nggak apa-apa? Kamu mau aku kesana?)” tanyanya.

Ye.. (iya..) aku ingin ditemani. Rasanya aku ingin menangis dipelukan seseorang. Rasanya aku membutuhkan bahu seseorang, siapapun itu aku tak peduli. Aku ingin Kang berada disini, rasanya dadaku hampir meledak karena sesak. 

“Anio.. nan, gwenchana. (Nggak usah.. aku, baik-baik aja kok)” jawabku.

Aku bisa mendengar nafasnya dengan jelas. Kang hanya diam, agak lama sampai akhirnya dia membalas, “wah! Bali niseu, nan yeogiga joha. (wah! Bali bagus banget, aku suka disini.)” katanya.

Aku tersenyum, “i know, I wish i was there too” balasku, “Hyo Jae-ssi, when you called me before, museun iliya? (Ada apa?)” tanyaku.

“I want to hear your voice” jawabnya.

“Waeyo? (Kenapa?)” tanyaku penasaran.

Kang kembali diam, seandainya ada kontes diam aku yakin dia pasti menang, dia ahli dalam hal ini. Aku menggigit bibirku dan menunggu jawabannya, “are you-”

“Bogosipoyo (aku pengen ketemu)” potongnya.

“Hyo jae-ssi, we’re just met” kataku bingung.

“Ara, hajiman nan yeojeonhi bogosipo (aku tau, tapi aku tetap ingin ketemu kamu)” jawabnya.

Tak sepatah katapun yang keluar dari mulutku. Ini gila, kalau Kang sampai nekat tetap ke Jakarta, ini cuma akan menambah masalahku. 

“Gidaryeo, naega olkke! (Tunggu aku. Aku kesana sekarang!)” ucapnya.

“Changkkaman! (Tunggu dulu!)” balasku.

Klik!

“Yaa! Kang hyo jae-ssi! Yeoboseyo? Yeoboseyo? Michyeosseo! (Hei! Kang hyo jae! Halo? Halo? Gilaaa!!)” ucapku panik.

Cepat-cepat kutelfon kembali nomornya namun ponselnya dimatikan. 

Aku mengetuk-ngetukkan jemari, membayangkan Kang Hyo Jae di Jakarta membuat kakiku lemas. Apa yang akan terjadi nanti di bandara, bagaimana kalau sampe fans-nya melihat dia? Bagaimana kalau berita ini sampai di Korea?

Aku berjalan mondar mandir dikamar. 

“Geurae! (Ok!)” kataku sambil menggigit kuku, “Let’s mess it up!” sambungku.

                                        *

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s